RSS

Labaikallahumma Labaik

19 Agu

Allah Mengundang
Berumrah Melalui Shar-e Bank Muamalat

T. Djamaluddin

            Awal tahun 2008 ketika teman-teman yang berhaji tiba, dalam hati saya menangis ingin berkunjung ke Baitullah. Sedikit tabungan yang semula saya simpan di tabungan Shar-e yang memang salah satunya saya tujukan untuk berhaji, kemudian saya putuskan untuk saya pindahkan ke Tabungan Arafah Bank Muamalat agar niat lebih terikat. Bagaimana pun tabungan yang lepas (bebas untuk diambil) kadang terpaksa terpakai dulu untuk hal-hal yang mendesak. Sejak itu kerinduan untuk ke Baitullah makin mendesak.

Karena desakan kerinduan itu, untuk menghibur diri saya up-load tulisan lama Bukti Ketaatan Makhluk pada Khaliqnya: ALAM PUN BERTHAWAF” http://t-djamaluddin.spaces.live.com/blog/cns!D31797DEA6587FD7!291.entry pada 8 Juli 2008. Ternyata beberapa hari kemudian ada telepon dari seseorang yang mengaku dari Shar-e (produk Bank Muamalat http://www.muamalatbank.com/produk/share_e.asp) yang mengabarkan saya mendapat hadiah umrah. Saya menanggapinya dingin saja
karena khawatir penipuan seperti sering terjadi. Saya baru yakin setelah Bank Muamalat Bandung menelpon saya bersamaan dengan pengumuman di Republika. Alhamdulillah, rupanya Allah mendengar kerinduan saya. Allah mengundang saya berumrah melalui Tabungan Shar-e Bank Muamalat.

Tahun 2008 ini adalah tahun ke-3 Shar-e memberikan hadiah umrah 365 jamaah per tahun. Periode 1 tahun 2008 diberangkatkan sekitar 105 jamaah, selebihnya kabarnya akan diberangkatkan pada periode 2 Mei 2009. Saya berangkat 9 Agustus dan kembali 17 Agustus 2008. Di bawah bimbingan Ustadz Dr. Rusli Hasbi http://www.ruslihasbi.com/ dan biro perjalanan umrah dan haji Iskandaria http://nanangkristanto.com/haj/profil.php umrah sangat berkesan. Beberapa sapu tangan basah oleh air mata yang tak tertahankan, baik saat di hadapan Ka’bah maupun saat meningggalkan Mekkah.

Alhamdulillah kami melakukan umrah dua kali, satu kali dengan bimbingan pemandu (muthawif) dan satu kali semua peserta diberikan kebebasan untuk melakukannya sendiri agar lebih khusyu’. Umrah pertama mengambil miqat di Bir Ali dalam perjalanan dari Madinah ke Mekkah dan Umrah ke dua mengambil miqat di Ja’rafah dekat Mekkah. Di sela-sela waktu dilakukan ziarah ke Masjid Nabawi (3 hari berada di Madinah),
tempat-tempat bersejarah seperti masjid Quba, Jabal Uhud tempat perang Uhud, Jabal Tsur tempat Rasulullah singgah dalam perjalanan hijrah ke Madinah, Jabal Nur tempat wahyu pertama turun kepada Muhammad SAW di gua Hira, Jabal Rahmah di padang Arafah, dan beberapa tempat lagi walau sekadar lewat. Juga sempat
berkunjung ke percetakan Al-Quran terbesar yang berada dekat Madinah yang mencetak jutaan Al-Quran dalam bebagai versi tulisan dan terjemah dalam berbagai bahasa. Setiap pengunjung kemudian diberi hadiah Al-Quran.

Tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa tidak disia-siakan untuk memperbanyak ibadah dan doa. Di Raudhah, di dalam masjid Nabawi antara mimbar Nabi dan rumah beliau (kini menjadi makam beliau) kadang perlu menunggu giliran untuk masuk dan shalat sunnah serta berdoa. Di Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah), di belakang Maqam Ibrahim (tempat pijakan Nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah), dan Hijr Imail (tempat Nabi Ismail berdiam saat nabi Ibrahim membangun Ka’bah, yang oleh Rasulullah dianggap bagian tak terpisahkan dari Ka’bah – karenanya tidak boleh dilintasi saat thawaf) saya perbanyak doa dan istighfar.

Musim panas di Saudi Agustus ini Mekkah memang terasa sangat panas. Tengah hari suhunya mencapai 49 derajat dan shubuh (saat terdingin) suhunya mencapai 34 derajat, kira-kira sama dengan suhu
tengah hari di Bandung. Alhamdulillah, sistem pendingin di lantai tempat thawaf menyebabkan lantai tetap sejuk walau thawaf dilakukan tengah hari. Air zam-zam yang disediakan melimpah di banyak tempat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram membantu menyegarkan kerongkongan yang kering disertai dengan doa agar dengan air zamzam itu Allah memberikan kesehatan untuk menuntut ilmu yang bermanfaat dan mendapatkan kelapangan rizki.

Alhamdulillah, semoga umrah ini mejadi pembuka jalan yang makin memudahkan saya dan keluarga serta teman-teman untuk berhaji, sebagaimana saya doakan selama berumrah.

 

Tentang tdjamaluddin

Djamaluddin, lahir di Purwokerto, 23 Januari 1962, putra pasangan Sumaila Hadiko, purnawirawan TNI AD asal Gorontalo, dan Duriyah, asal Cirebon. Tradisi Jawa untuk mengganti nama anak yang sakit-sakitan, menyebabkan namanya diganti menjadi Thomas ketika umurnya sekitar 3 tahun, nama tersebut digunakannya sampai SMP. Menyadari adanya perbedaan data kelahiran dan dokumen lainnya, atas inisiatif sendiri nama di STTB SMP digabungkan menjadi Thomas Djamaluddin. Sejak SMA namanya lebih suka disingkat menjadi T. Djamaluddin. Sebagian besar masa kecilnya dihabiskan di Cirebon sejak 1965. Sekolah di SD Negeri Kejaksan 1, SMP Negeri 2, dan SMA Negeri 2. Baru meninggalkan Cirebon pada 1981 setelah diterima tanpa test di ITB melalui PP II, sejenis PMDK. Sesuai dengan minatnya sejak SMP, di ITB dia memilih jurusan Astronomi. Minatnya diawali dari banyak membaca cerita tentang UFO, sehingga dia menggali lebih banyak pengetahuan tentang alam semesta dari Encyclopedia Americana dan buku-buku lainnya yang tersedia di perpustakaan SMA. Dari kajian itu yang digabungkan dengan kajian dari Al Quran dan hadits, saat kelas I SMA (1979) dia menulis "UFO, Bagaimana menurut Agama" yang dimuat di majalah ilmiah populer Scientae. Itulah awal publikasi tulisannya, walaupun kegemarannya menulis dimulai sejak SMP. Ilmu Islam lebih banyak dipelajari secara otodidak dari membaca buku. Pengetahuan dasar Islamnya diperoleh dari sekolah agama setingkat ibtidaiyah dan dari aktivitas di masjid. Pengalaman berkhutbah dimulai di SMA dengan bimbingan guru agama. Kemudian menjadi mentor di Karisma (Keluarga Remaja Islam masjid Salman ITB) sejak tahun pertama di ITB (September 1981) sampai menjelang meninggalkan Bandung menuju Jepang (Maret 1988). Kegiatan utamanya semasa mahasiswa hanyalah kuliah dan aktif di masjid Salman ITB. Kegemarannya membaca dan menulis. Semasa mahasiswa telah ditulisnya 10 tulisan di koran tentang astronomi dan Islam serta beberapa buku kecil materi mentoring, antara lain Ibadah Shalat, Membina Masjid, dan Masyarakat Islam. Lulus dari ITB (1986) kemudian masuk LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Bandung menjadi peneliti antariksa. Dan tahun 1988 - 1994 mendapat kesempatan tugas belajar program S2 dan S3 ke Jepang di Department of Astronomy, Kyoto University, dengan beasiswa Monbusho. Tesis master dan doktornya berkaitan dengan materi antar bintang dan pembentukan bintang. Namun aplikasi astronomi dalam bidang hisab dan rukyat terus ditekuninya. Atas permintaan teman-teman mahasiswa Muslim di Jepang dibuatlah program jadwal salat, arah kiblat, dan konversi kalender. Upaya menjelaskan rumitnya masalah globalisasi dan penyeragaman awal Ramadhan dan hari raya dilakukannya sejak menjadi mahasiswa di Jepang. Menjelang awal Ramadhan, idul fitri, dan idul adha adalah saat paling sibuk menjawab pertanyaan melalui telepon maupun via internet dalam mailing list ISNET. Amanat sebagai Secretary for Culture and Publication di Muslim Students Association of Japan (MSA-J), sekretaris di Kyoto Muslims Association, dan Ketua Divisi Pembinaan Ummat ICMI Orwil Jepang memaksanya juga menjadi tempat bertanya mahasiswa-mahasiswa Muslim di Jepang. Masalah-masalah riskan terkait dengan astronomi dan syariah harus dijawab, seperti shalat id dilakukan dua hari berturut-turut oleh kelompok masyarakat Arab dan Asia Tenggara di tempat yang sama, adanya kabar idul fitri di Arab padahal di Jepang baru berpuasa 27 hari, atau adanya laporan kesaksian hilal oleh mahasiswa Mesir yang mengamati dari apartemen di tengah kota padahal secara astronomi hilal telah terbenam. Kelangkaan ulama agama di Jepang juga menuntutnya harus bisa menjelaskan masalah halal-haramnya berbagai jenis makanan di Jepang serta mengurus jenazah, antara lain jenazah pelaut Indonesia. Saat ini bekerja di LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Bandung sebagai Peneliti Utama (Profesor Riset) Astronomi dan Astrofisik. Sebelumnya pernah menjadi Kepala Unit Komputer Induk LAPAN Bandung dan Kepala Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN dan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim. Juga mengajar di Program Magister dan Doktor Ilmu Falak di IAIN Semarang. Terkait dengan kegiatan penelitiannya, saat ini ia menjadi anggota Himpunan Astronomi Indonesia (HAI), International Astronomical Union (IAU), dan National Committee di Committee on Space Research (COSPAR), serta anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Depag RI dan Provinsi Jawa Barat. Lebih dari 50 makalah ilmiah, lebih dari 100 tulisan populer, dan 5 buku tentang astronomi dan keislaman telah dipublikasikannya. Alhamdulillah, beberapa kegiatan internasional juga telah diikuti dalam bidang kedirgantaraan (di Australia, RR China, Honduras, Iran, Brazil, Jordan, Jepang, Amerika Serikat, Slovakia, Uni Emirat Arab, India, Vietnam, Swiss, dan Thailand) dan dalam bidang keislaman (konferensi WAMY – World Assembly of Muslim Youth -- di Malaysia). Beristrikan Erni Riz Susilawati, saat ini dikaruniai tiga putra: Vega Isma Zakiah (lahir 1992), Gingga Ismu Muttaqin Hadiko (lahir 1996), dan Venus Hikaru Aisyah (lahir 1999).
1 Comment

Posted by pada Agustus 19, 2008 in Aneka Catatan

 

Satu Respon untuk Labaikallahumma Labaik

  1. faiz Farihah

    Agustus 21, 2011 at 7:14 am

    Salut baget Prof.. Semoga kami bisa mengikuti jejak prof untuk melepas kerinduan berkunjung ke Baitullah. Amiin..

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.