RSS

Himah: PELANGI

22 Jun

PELANGI

(Dimuat di Hikmah, Republika, 21 Jan 2003)

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling taqwa (QS 49:13).

Kombinasi proses pembiasan dan
pemantulan cahaya matahari oleh butir-butir air hujan menghasilkan pelangi yang
indah melengkung di langit. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu
adalah warna lengkapnya yang mengungkapkan hakikat warna cahaya matahari.
Keragaman warnanya hanya ditampakkan untuk menunjukkan keindahan. Hijaunya daun, merahnya mawar, kuningnya emas,
putihnya melati, serta birunya langit dan laut tampak karena sifat pantulan,
serapan, atau hamburan warna cahaya matahari oleh masing-masing zat tersebut.

Dari
segi spektrum energinya, komponen cahaya matahari yang paling kuat adalah
cahaya kuning. Tetapi hal itu tidak menjadikan seluruh alam jadi tampak kuning.
Masing-masing komponen warna punya perannya masing-masing untuk menunjukkan
keindahan alam raya. Ketika bersatu dalam satu berkas cahaya, kita tidak
mengenali bahwa cahaya matahari sesungguhnya terdiri dari banyak komponen.
Semuanya tampak menyatu. Pelangi menunjukkan keberagaman komponen cahaya
matahari dalam keharmonisan dan keindahan.

Pelangi
dan cahaya matahari adalah suatu pelajaran tentang persatuan yang hakiki.
Karakteristik masing-masing komponen tidak harus ditonjolkan, dihilangkan, atau
diseragamkan, karena keanekaragaman adalah suatu kekayaan. Masing-masing komponen punya peran dan
keunggulan tersendiri. Kekuatan mayoritas pun tidak boleh memaksakan atau
mendominasi.

Allah
menciptakan manusia berkelompok-kelompok (QS 49:13). Dengan kekhasannya
masing-masing, anggota kelompok bisa saling mengenal lebih dekat karena
kemiripan tradisi, visi, dan misi mereka. Masing-masing kelompok punya
karakteristik yang tidak harus dibaurkan atau diseragamkan demi persatuan.
Berbangsa-bangsa dan berkelompok-berkelompok itu agar saling mengenal dalam
kelompok kecil tersebut, demikian firman-Nya. Bukan untuk berpecah dengan
kelompok lain. Bukan untuk membanggakan kelompoknya atau merendahkan lainnya.

Bersuku-suku,
berpartai-partai, atau berkelompok-kelompok adalah sunatullah. Biarlah ada suku
A, B, atau C. Biarlah ada partai K, L, atau M. Biarlah ada ormas X, Y, atau Z.
Keanekaragamannya seindah pelangi. Tetapi ketika dipersatukan dalam
memperjuangkan tegaknya agama Allah,
semua menyatu seperti seberkas cahaya matahari yang cemerlang.

Tidak
ada suku, partai, atau kelompok yang merasa paling unggul, paling kokoh, paling
banyak pendukungnya, paling reformis, atau paling baik dengan merendahkan
lainnya. Kelompok yang direndahkan bisa jadi lebih baik (QS 49:11).
Sesungguhnya keunggulan hakiki hanyalah Allah yang paling tahu dari kadar
ketaqwaannya (QS 49:13).

Persatuan adalah perwujudan
keharmonisan masing-masing komponen yang menerima perbedaan sebagai suatu
kekayaan yang memperindah kehidupan. Menyeragamkan sering menghasilkan
persatuan yang semu. Ibarat pelangi, perbedaan warna muncul hanya untuk
menunjukkan keindahan, bukan untuk bercerai berai.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 22, 2006 in Hikmah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: