RSS

Sinkronisasi Bumi-Bulan

02 Jul

Sinkronisasi Bumi-Bulan

(Dimuat Hikmah Republika, 22 Juni 2001)

Sebaik-baik
pemimpinmu adalah yang kamu cintai dan dia mencintai kamu, kamu doakan dan dia
mendoakan kamu. Dan seburuk-buruk pemimpin kamu adalah yang kamu benci dan dia
membenci kamu, kamu hujat dan dia menghujat kamu. (HR Muslim)

Sinkronisasi
rotasi bumi-bulan menyebabkab periode revolusi bulan sama dengan periode
rotasinya, yaitu 27,3 hari, sehingga wajah purnama tak pernah berubah. Selain
itu, rotasi bumi diperlambat sehingga hari makin panjang 0.002 detik dalam
seabad dan bulan menjauh sekitar 3,5 cm per tahun. Kelak, ratusan juta tahun mendatang
rotasi bumi pun menjadi sinkron dengan rotasi dan revolusi bulan, yaitu satu
hari sama dengan satu bulan, sekitar 48 hari menurut ukuran sekarang.

Bumi mengerem rotasi bulan dan bulan
pun mengerem rotasi bumi yang menyebabkan sinkronisasi. Inilah pelajaran dari
alam bagi pemimpin dan yang dipimpin. Ada upaya saling memahami dan saling
menyesuaikan. Sama seperti bulan, yang dipimpin biasanya lebih cepat
menyesuaikan diri, karena pengaruh pemimpin biasanya sangat kuat. Kemudian, pemimpin
pun harus secepatnya menyesuaikan dirinya. Hanya pemimpin yang otoriter yang
menghendaki kesetiaan sepihak.

Namun,
tidak setiap kehendak harus dipenuhi, perlu dialog. Dalam lingkup keluarga,
Allah mengingatkan istri dan anak-anak bisa membawa kebinasaan bila segala
kehendaknya dituruti (QS 64:14-15). Pemimpin ummat pun diperintahkan tidak
menuruti segala kemauan orang (QS 42:15).
Ada aturan-aturan yang tetap harus dipatuhi.

Bulan
bisa hancur bila terlalu dekat bumi. Sedikit menjauh diperlukan untuk mencapai
kesetimbangan yang lebih harmonis. Demikian juga bila pemimpin dan pengikutnya terlalu
dekat bisa merusakkan, menyuburkan kolusi dan nepotisme, mengkultuskan, atau
menciptakan ikatan taklid yang kotraproduktif. Menjaga jarak diperlukan untuk saling
mengoreksi secara wajar dan terbuka yang memunculkan sikap saling mencintai dan
menghormati. Bila mulai muncul saling menghujat dan saling membenci, itu tanda
buruknya kepemimpinan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 2, 2006 in Hikmah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: