RSS

Berita Sidang Itsbat 1427/2006

21 Nov
T. Djamaluddin (LAPAN) usulkan penyatuan kriteria
saat sidang itsbat 22 Oktober 2006

Dua berita singkat (hanya dipilih 2 yang singkat dari berita serupa di beberapa media massa) saya cantumkan di bawah ini.
Usulan penyatuan krietria telah ada tindak lanjutnya dengan pertemuan di Dirjen Bimas Islam pada 13 November 2006 dengan merumuskan cara-cara upaya penyatuan kriteria, termasukan melengkapi dokumentasi 3 opsi yang telah disepakati sebelumnya untuk menjadi bahan kajian di masing-masing ormas Islam.

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/10/tgl/22/time/201513/idnews/699734/idkanal/10
Menag Meminta Perbedaan 1 Syawal Tidak Membuat Perpecahan
Kris Fathoni W – detikcom

*Jakarta* –
Masyarakat diminta bisa memahami adanya perbedaan 1 Syawal 1427 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri. Perbedaan ini jangan sampai menimbulkan perpecahan.

"Kita harus pahami bahwa ada masyarakat yang punya keyakinan yang berbeda, seperti Muhammadiyah. Tapi, Mudah-mudahan kita bisa berjiwa besar dan menahan diri. Semoga perbedaan tersebut tidak membuat perpecahan," ujar Menteri Agama M Maftuh Basyuni usai sidang Itsbat di Departemen Agama, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2006).

Seperti diketahui Menag M Maftuh Basyuni telah memutuskan 1 Syawal 1427 H jatuh pada hari Selasa 24 Oktober 2006, sebab sebagian besar  peserta sidang menyatakan belum melihat hilal. Sementara Muhammadiyah tetap berkeyakinan bahwa 1 Syawal 1427 H jatuh besok, Senin tanggal 23 Oktober 2006.

Sebelumnya, dalam pemberian pandangan dalam sidang tersebut, Jamaluddin dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan, Muhammadiyah, Persis dan PBNU dalam menentukan almanak 1 Syawal selalu berbeda. Untuk mempersatukan pendapat yang berbeda tersebut diusulkan agar semua ormas Islam berkumpul sebelum bulan Ramadan berikutnya untuk menentukan kriteria bersama dalam menentukan 1 Syawal.

"Karena tahun 2007, perbedaan ini akan terjadi lagi, kalau kriterianya tetap seperti sekarang. Oleh karena itu, Menteri Agama
harus memfasilitasi pertemuan tersebut," pinta Jamaluddin.

Menanggapi penyataan tersebut, Maftuh Basyuni menyatakan dukungannya dan menyetujui serta berniat memfasilitasi pertemuan tersebut. "Cuma harus tolong diingatkan agar saya tidak lupa. Tahun lalu saya sudah janji. Semoga tidak janji palsu, pak Jamaluddin," katanya sambil tersenyum.

**(zal/zal)**

http://www.suaramerdeka.com/harian/0610/23/nas13.htm
Menag Upayakan Titik Temu

  • Awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha

JAKARTA – Menteri Agama M Maftuh Basyuni akan mengupayakan titik
temu penetapan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha antara berbagai
ormas Islam di Tanah Air.

”Saya setuju ormas Islam duduk bersama agar tak ada lagi perbedaan
hari raya. Tahun lalu saya sudah berjanji, tetapi mohon maaf belum juga,
mudah-mudahan ini bukan janji palsu," kata Maftuh Basyuni saat membuka
sidang isbat (penetapan) di Jakarta, kemarin.

Dengan demikian, dia berharap ke depan tidak ada lagi perbedaan hari
raya di antara umat Islam Indonesia. Ketua MUI Ma’ruf Amien mengatakan,
seluruh umat Islam seharusnya mengikuti ketetapan pemerintah atas dasar
sidang isbat yang dihadiri semua ormas Islam tersebut.

Peneliti Utama Astronomi dan Astrofisika Lembaga Antariksa dan Penerbangan
Nasional (Lapan) Dr T Djamaluddin mengajukan tiga opsi kriteria untuk mencapai
titik temu yang semuanya memiliki keunggulan dan kelemahan.

Opsi pertama adalah kriteria penelitian Lapan berdasarkan hasil analisis
ilmiah astronomis atas data rukyat Indonesia dan dapat diterapkan dengan
sistem hisab lama.

Opsi kedua dengan kriteria hisab rukyat yang didasarkan pada analisis
empirik kemungkinan terkecil terjadinya perbedaan awal Ramadan, Idul Fitri,
dan Idul Adha bila dibandingkan dengan kriteria saat ini. "Kriteria
ini paling sederhana, tetapi tak punya landasan astronomis yang kuat,"
katanya.

Opsi ketiga didasarkan pada fraksi luas sabit bulan yang bisa diamati,
yang meski rumit, mempunyai landasan astronomis yang kuat. (ant-60n)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 21, 2006 in Hisab-Rukyat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: