RSS

Mukjizat tak Harus Dijelaskan

27 Jun

Benarkah Bulan Pernah
Terbelah?

T. Djamaluddin

Peneliti Utama
Astronomi dan Astrofisika, LAPAN Bandung

           Majalah internal LAPAN, FOKKAL Volume 7 Nomor 1 2007, memuat tulisan “Benarkah Bulan Pernah terbelah?” yang diambil dari bebagai sumber. Saya kira sumber utama (termasuk gambar) dari internet, antara lain

http://www.aulia-e-hind.com/Prophet.htm

          Sebelumnya di beberapa milis yang saya ikuti, hal serupa pernah di-forward dan pernah saya tanggapi. Kini muncul di majalah internal LAPAN. Saya khawatir, bagi orang luar yang sempat membacanya, spekulasi bahwa bulan pernah terbelah secara fisik dianggap mendapat pembenaran karena dimuat di media terbitan LAPAN, lembaga yang terkait dengan riset antariksa. Karenanya saya perlu mengklarifikasinya.

          Interpretasi gambar permukaan bulan yang menunjukkan kanal panjang sebagai bukti bahwa bulan pernah terbelah dan kabar seolah-olah ada pakar antariksa dari Amerika Serikat yang pernah ke bulan membuktikannya, bukanlah interpertasi dan informasi yang benar. Lihatlah sumber gambar asli dan penjelasnnya di http://apod.nasa.gov/apod/ap021029.html. Tidak ada penjelasan bahwa itu bukti bulan telah terbelah.

Gambar itu hanyalah salah satu kanal sempit (disebut rille) yang dinamakan Ariadaeus Rille. Kanal seperti itu banyak terdapat di permukaan bulan dan bentuknya bermacam-macam, ada yang hampir lurus (seperti Ariadaeus Rille tersebut), ada juga yang berkelok-kelok (seperti Hadle Rille). Panjangnya bisa ratusan km, lebarnya beberapa kilometer, dan dalamnya bisa ratusan meter. Pembentukannya dari proses aktivitas geologis permukaan bulan, bukan karena celah bekas bulan terbelah. Jadi, anggapan bahwa kanal itu adalah bukti bahwa bulan pernah terbelah sangat mengada-ada.

Benarkah bulan pernah terbelah? Sejauh ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukungnya. Mekanisme fisisnya pun sulit dijelaskan, karena kalau pun benda langit bisa saja terbelah atau pecah akibat efek pasang surut planet atau bintang induknya, tetapi tidak mungkin bersatu kembali. Ahli matematika Perancis Edouard Roche menyatakan ada suatu jarak minimum dari planet atau bintang induk yang bila dilampaui akan menyebabkan benda yang mengorbitnya akan pecah. Batas minimum itu dikenal sebagai Limit Roche yang tergantung ukuran dan kekuatan benda langit menahan gaya gravitasi planet. Bulan yang kelihatan kokoh pun akan hancur berantakan bila (karena suatu sebab) melewati Limit Roche-nya, masuk dalam orbit yang jaraknya
kurang dari 18.000 km dari bumi. Saat ini (termasuk pada zaman Nabi) bulan masih berada pada jarak yang aman 384.000 km.

Saya mempercayai adaya mukjizat Rasulullah yang menunjukkan bahwa bulan terbelah yang dikaitkan dengan asbabun nuzul QS 54:1-2. Tetapi itu tidak harus berarti secara fisik bulan terbelah. Bisa jadi, itu hanya fenomena di atmosfer bumi yang menyebabkan bulan tampak terbelah. Mukjizat memang tidak harus difahami dengan ilmu pengetahuan atau harus dicocokkan dengan logika ilmu pengetahuan. Mukjizat hanya cara menunjukkan kekuasaan Allah yang diberikan kepada Rasul-Nya. Kita harus menyakini adanya, tetapi tidak harus menalar bagaimana hal itu bisa terjadi.

Mu’jizat Nabi Musa AS membelah laut Merah, kita yakini benar terjadi karena dibuktikan dalam kisah Nabi Musa dapat menyeberanginya, tetapi kita tidak perlu mengkaji bagaimana mekanisme fisisnya. Mu’jizat Nabi Muhammad SAW membelah bulan juga kita yakini terjadi, tanpa perlu mengkaji proses fisisnya, apalagi terlalu jauh berspekulasi menjelaskan dengan informasi ilmu pengetahuan yang keliru.

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 27, 2007 in Sains & Quran

 

18 responses to “Mukjizat tak Harus Dijelaskan

  1. gunawan

    Oktober 29, 2012 at 5:52 pm

    Tidak ada asap kalau tidak ada api.. tidak akan muncul kehebohan jikalau tidak ada yang meramaikannya.. Apakah pihak NASA menutupi hal ini..?

     
  2. gunawan

    Oktober 29, 2012 at 5:56 pm

    Inilah jawaban NASA dalam situs resminya : http://lunarscience.nasa.gov/?question=evidence-moon-having-been-split-two
    Terus yang menjadi pertanyaan knapa situs alamat (http://www.mastikorner.com/forum/islamic-picx/6843-miracle-prophet-muhammad-p-b-u-h.html claims that Allah split the Moon in two at the request of the Prophet Mohammed and that there is a split on the Moon documented by American scientists that goes right around it which is evidence of the miracle) menjadi hilang..??

     
    • tdjamaluddin

      Oktober 29, 2012 at 9:39 pm

      Untuk informasi saintifik tidak perlu disembunyikan, karena setiap infoirmasi itu akan diuji oleh peneliti lain sedunia. Situs yang memberitakan bulan terbelah bisa saja kemudian dihapus oleh penulisnya karena isinya yang tidak bisa dipercaya.

       
  3. gunawan

    Oktober 30, 2012 at 3:37 pm

    Ok terima kasih pak Thomas atas penjelasannya…sukses buat anda dan keluarga asslmkm..!!

     
  4. gunawan

    Oktober 30, 2012 at 4:03 pm

    Maaf Pak Thomas pertanyaan satu ini tidak ada relevansinya dengan tulisan bapak, cuman saya ingin mengetahui pendapat bapak mengenai HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program atau Program Penyelidikan Aurora Aktif Frekuensi Tinggi). Begitu saya baca artikel di http://www.naturalnews.com/032670_Fukushima_HAARP.html dan http://www.globalresearch.ca/haarp-secret-weapon-used-for-weather-modification-electromagnetic-warfare/20407 sungguh sangat mengerikan.
    Yang menjadi pertanyaan saya apakah benar HAARP dapat mengatur cuaca, yaiut dengan cara menentukan satu titik lokasi ionosphere yang akan dipanaskan, lalu tekanan yang berada di atmosfer juga akan naik. Maka tekanan yang terbentuk dikumpulkan di satu titik dan terbentuklah manipulasi jetstream (arus jet).

     
    • tdjamaluddin

      Oktober 30, 2012 at 4:32 pm

      Jawab singkatnya, semua teori konspirasi seperti itu tidak berdasar. Logika sederhananya, kalau betul proyek itu berbahaya, yang pertama kali protes adalah para ilmuwan mancanegara. HAARP adalah proyek penelitian ionosfer. Karena ukurannya yang luar biasa dan memancarkan gelombang radio yang kuat, maka kelompok pseudo-sains (sains semu) membangun teori konspirasi yang menakutkan awam. Gambaran ringkat HAARP bisa dibaca di Wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/High_Frequency_Active_Auroral_Research_Program

       
  5. gunawan

    Oktober 30, 2012 at 5:16 pm

    Ok pak terima kasih atas penjelasannya, sebagai orang awam saya hanya mau menanyakan adakah korelasi antara aktivitas seismik dengan ionosfer terkait dengan suatu gempa bumi..?? terima kasih banyak pak Thomas.. Asslmkm..!!

     
    • tdjamaluddin

      November 1, 2012 at 9:31 am

      Ada. Itu menjadi kajian seimoelectromagnetism. Data ionosfer yang tercatat di sekitar wilayah Aceh saat gempa 2004 lalu, termasuk data dari stasiun LAPAN di Kototabang (dekat Bukittinggi) mencatat adanya anomali yang kuat di ionsfer. Data-data di Jepang banyak merekam hal itu.

       
  6. gunawan

    November 2, 2012 at 9:04 am

    Bravo Pak Thomas…Terima kasih banyak..🙂

     
  7. gunawan

    November 2, 2012 at 10:07 am

    Q: Let me ask you specifically about last week’s scare here in Washington, and what we might have learned from how prepared we are to deal with that (inaudible), at B’nai Brith.

    A: Well, it points out the nature of the threat. It turned out to be a false threat under the circumstances. But as we’ve learned in the intelligence community, we had something called — and we have James Woolsey here to perhaps even address this question about phantom moles. The mere fear that there is a mole within an agency can set off a chain reaction and a hunt for that particular mole which can paralyze the agency for weeks and months and years even, in a search. The same thing is true about just the false scare of a threat of using some kind of a chemical weapon or a biological one. There are some reports, for example, that some countries have been trying to construct something like an Ebola Virus, and that would be a very dangerous phenomenon, to say the least. Alvin Toeffler has written about this in terms of some scientists in their laboratories trying to devise certain types of pathogens that would be ethnic specific so that they could just eliminate certain ethnic groups and races; and others are designing some sort of engineering, some sort of insects that can destroy specific crops. Others are engaging even in an eco- type of terrorism whereby they can alter the climate, set off earthquakes, volcanoes remotely through the use of electromagnetic waves.

    Diatas adalah salah satu kutipan wawancara dengan William S. Cohen US Secretary of Defense pada tanggal 28 April 1997. Coba lihat 3 baris terakhir dari wawancara tersebut memang ancaman tersebut bukan isapan jempol belaka Pak Thomas, tapi memang tidak sepatutnya pula kita mencurigai berlebihan tanpa bukti atas fasilitas HAARP yang dibangun oleh AS tetapi memang ancaman itu memang benar ada seperti dikutip sendiri oleh seorang Secretary of Defense-nya AS.

    Pernyataan saya ini bukan untuk menggurui bapak atau mendiskreditkan suatu negara tetapi semata-mata lebih kepada seorang awam yang ingin mengetahui pendapat dari seorang ahli-nya mengenai bahaya ancaman rekayasa gelombang elektromagnetic seperti dikutip dalam wawancara diatas.

    Kutipan wawancara lebih jelasnya Link : http://www.defense.gov/transcripts/transcript.aspx?transcriptid=674

     
    • tdjamaluddin

      November 4, 2012 at 8:36 pm

      Wawancara itu sama sekali tidak menyinggung soal HAARP.

       
  8. Muhammad Rizal

    September 16, 2013 at 3:46 pm

    Saya mempercayai adaya mukjizat Rasulullah yang menunjukkan bahwa bulan terbelah yang dikaitkan dengan asbabun nuzul QS 54:1-2. Tetapi itu tidak harus berarti secara fisik bulan terbelah. Bisa jadi, itu hanya fenomena di atmosfer bumi yang menyebabkan bulan tampak terbelah. Mukjizat memang tidak harus difahami dengan ilmu pengetahuan atau harus dicocokkan dengan logika ilmu pengetahuan. Mukjizat hanya cara menunjukkan kekuasaan Allah yang diberikan kepada Rasul-Nya. Kita harus menyakini adanya, tetapi tidak harus menalar bagaimana hal itu bisa terjadi.

    —————————————————————-
    Saya tdk menyukai paragaf ini, yang secara langsung anda menuduh Rasulullah itu menipu orang2 Kafir Quraish kala itu. Dalam sejarahnya, ketika Bulan terbelah para orang2 Quraish sendiri bertanya kpd orang2 yang baru sampai ke kota Mekkah, apakah mereka sebelum ini melihat suatu yang ganjil pada suatu malam, lalu mereka bercerita bahwa suatu malam mereka melihat bulan terbelah menjadi dua bagian lalu menyatu kembali. Ini bukti bahwa fenomena mukjizat Rasulullah membelah bulan, bukan suatu sihir belaka. Tapi ini disaksikan oleh umat manusia kala itu. diluar kota Mekkah.
    Kata dengan “Bisa jadi dalam alinea diatas saya meragukan keilmuwan anda seorang profesor, seorang profesor biasanya menghindari hal2 yang tdk diketahuinya, krn jika sesuatu yang belum pasti dijadikan dasarnya, dan itu salah, mka orang2 meragukan keilmuwan anda.

    Maaf

     
    • tdjamaluddin

      September 16, 2013 at 3:57 pm

      Silakan untuk berbeda pendapat. Namun, sains berfikir atas dasar logika sains yang didukung bukti-bukti saintifik yang sudah diketahui secara umum, bukan spekulasi.

       
  9. Muhammad Rizal

    September 16, 2013 at 3:49 pm

    Seharusnya kalau anda seorang muslim dan anda berjibaku di LAPAN, bukti2 photo NASA tentang kanal sempit ini menjadi acuan anda untuk mendalami apakah benar itu bukti Mukjizat Rasulullah atau bukan, sebagai ilmuwan itu sebuah tantangan untuk melakukan sebuah riset. Bukan membebek mengikuti ilmuwan dari luar, kapan majunya ilmuwan indonesia kalau semuanya harus membebek dari luar.

     
    • tdjamaluddin

      September 16, 2013 at 3:58 pm

      Sangat nyata kanal-kanal itu bukan bukti bulan pernah terbelah. Logika saintifik sulit menerima bulan pernah terbelah.

       
    • Iman

      Mei 24, 2014 at 2:36 pm

      menurut saya anda juga harus lebih belajar cara apa itu keilmuan,, jangan sampai anda bicara agama tapi ilmu bicara anda kesannya kurang apik. kalau mau anda coba dulu riset. jangan main suruh orang saja tapi anda sendiri tidak mau mikir.

       
    • Iman

      Mei 24, 2014 at 2:39 pm

      @Rizal yang sangat dikasihani :menurut saya anda juga harus lebih belajar cara apa itu keilmuan,, jangan sampai anda bicara agama tapi ilmu bicara anda kesannya kurang apik. kalau mau anda coba dulu riset. jangan main suruh orang saja tapi anda sendiri tidak mau mikir.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: