RSS

QA Sekitar Sains dan Kaitan dengan Quran

15 Agu

JAWABAN ATAS BEBERAPA KESALAHPAHAMAN ATAS SAINS DAN KAITAN
DENGAN QURAN

(Misalnya, gerakan bumi, matahari mengitari bumi, pendaratan di bulan, teori
evolusi)

 

T. Djamaluddin

Peneliti Utama Astronomi Astrofisika, LAPAN Bandung

 

Seorang pembaca blog saya mengirim sederet pertanyaan yang
kebetulan menyinggung masalah yang sedang atau pernah ramai diperbincangkan di
beberapa milis dan di beberapa blog/situs. Agar bermanfaat bagi pembaca lain yang
mungkin punya pertanyaan serupa, tanya jawab itu saya edit dan saya masukkan di
blog saya ini. Semoga bermanfaat.

 

TANYA: Jika kita melihat ke langit dengan mata telanjang,
apakah bintang dan planet itu berada pada posisi yang sama setiap hari  ataukah berpindah, hari ini di barat, bulan
depan di timur, atau bagaimana?

JAWAB TD: Karena bumi mengorbit matahari, bintang yang
terlihat (mudahnya dikelompokan sebagai rasi bintang) secara perlahan berubah
posisinya. Misalnya, rasi Crux (Salib Selatan) pada pukul 19.00 tanggal 5 April
masih condong ke arah Timur, pada 11 Juni posisinya tegak tepat di arah
Selatan, lalu pada 5 September sudah condong ke arah Barat. Planet akan tampak berubah posisinya relatif terhadap rasi-rasi bintang secara perlahan dari hari ke hari.

 

TANYA: Apakah rasi bintang yang dilihat di indonesia malam ini sama dengan
yang dilihat di belahan amerika saat malamnya. (pada tanggal yang sama)? Ataukah
tiap belahan bumi punya wajah langit masing2?

 

JAWAB TD: Secara umum bola langit pada suatu saat sama,
hanya karena posisi suatu daerah tidak mungkin bisa melihat seluruh langit. Pengamat di Indonesia sulit melihat rasi
bintang di langit utara yang mudah diamati di Amerika. Sebaliknya pengamat
Amerika sulit melihat rasi bintang di langit selatan yang mudah diamati dari
Indonesia. Rasi bintang di ekuator langit dapat terlihat di Indonesia dan di
Amerika, tetapi pada waktu yang berbeda karena perbedaan posisi.

TANYA: Benarkah diantara bulan dan bumi ada lapisan yg
sangat panas sehingga NASAnya Soviet menantang kalau Amerika benar-benar pernah
mendarat di bulan, coba tenggelamkan dulu pesawat dan astronot mereka di
kawah gunung api. Kalau tetap selamat awaknya baru mereka percaya
pendaratan tersebut.

JAWAB TD: Di antara bumi dan bulan ruang angkasa yang sangat
dingin. Di permukaan bulan pun tidak sepanas kawah gunung berapi. Semua ilmuwan
antariksa tahu itu. Jadi, itu berita bohong bahwa ilmuwan Uni Sovyet
membantah ilmuwan AS tentang pendaratan manusia di bulan.

 

TANYA: Berkaitan dengan the fake story of  USA moon landing, saya jadi ragu dengan foto
bulan dari permukaan (seperti yang bapak rujuk di artikel bulan pernah
terbelah). Apa foto itu bisa dipercaya? Kita tahu teknologi Hollywood
memungkinkan Amerika membuat image apa saja (Seingat saya NASA baru berencana
mengirimkan ekspedisi ke bulan sekitar 10 -20 tahun lagi)

JAWAB TD: Dalam etika ilmiah, kebohongan adalah kejahatan
besar. Tidak mungkin kebohongan masuk dalam jurnal-jurnal ilmiah. Lagi pula tidak mungkin ilmuwan sedunia mau dibohongi dengan foto-foto bulan hasil
rekayasa. Pendaratan
manusia di bulan benar adanya. Para pembantahnya jelas orang-orang yang tidak
faham fakta ilmiah. Jawaban ilmiah oleh seorang astronom atas keraguan tentang
pendaratan di bulan bisa dibaca di
http://www.badastronomy.com/bad/tv/foxapollo.html

 

TANYA: Alqur’an menyebutkan matahari dan bulan beredar pada
orbitnya, tapi tidak mengatakan bumi beredar, bahkan di hadits, "Jika saja
bumi itu bergerak sedikit saja dari posisinya maka akan terjadi kerusakan yang
sangat besar". Benarkah bumi bergerak? Kalau bumi kita bergerak, dan
planet bergerak,  seharusnya ada
kejadian Mars tertutup matahari selama beberapa waktu lamanya karena perbedaan
kecepatan revolusi, dan begitu juga benda-benad langit lainya.

JAWAB TD: Ya, bulan beredar pada orbitnya mengitari bumi.
Matahari pun beredar pada orbitnya mengitari pusat galaksi (bukan mengitari
bumi). Bumi bergerak di ruang angkasa, berotasi sambil mengitari matahari,
adalah suatu fakta ilmiah yang tak terbantahkan. Planet-planet pun mengitari
matahari. Karenanya, Mars (juga planet-planet lainnya) bisa tertutup oleh
matahari bila dilihat dari bumi, bila konfigurasinya hampir segaris dan
matahari berada di antara bumi dan Mars. Hadits tersebut (bila shahih) harus
dimaknai secara tepat, tidak harus berarti gerak rotasi atau gerak di ruang angkasa. Gerak tersebut bisa saja dimaknai gerak lepeng buminya
yang menyebabkan gempa.

 

TANYA: Bapak
sebutkan Mars tertutup matahari untuk berapa lama? Kalau hanya karena siang
saya anggap itu bukan hilang .
Apakah venus juga akan menghilang dari
fajar untuk berbulan atau berminggu lamanya?

 

JAWAB TD: Mars
dan planet-planet lain tertutup matahari bukan karena siang, tetapi karena
posisi orbitnya berada di balik posisi matahari. Sebelum tertutup pun pasti
planet-planet tersebut tidak mungkin teramati karena kalah oleh cahaya matahari
yang sangat kuat. Tidak tampaknya karena siang disebabkan oleh rotasi bumi yang
hanya berperiode 24 jam.

TANYA: Benarkah bumi ini berputar,  saking sangat cepat hingga tidak terasa? Apa itu ada buktinya
atau ini hanya asumsi agar teori heliosentris bisa dipakai?

JAWAB TD: Ya, bumi berputar pada porosnya, buktinya ada
malam dan siang dan kita lihat matahari, bulan, dan bintang-bintang terbit di
timur dan terbenam di barat. Kita tidak merasa gerakan rotasi tersebut, karena
efek gaya gravitasi yang menarik kita tetap berada di permukaan bumi lebih
dominan daripada efek gerak rotasi bumi tersebut. Kalau kita berbaring lama sambil terus
memandang ke langit, kita akan merasa bahwa kita sedang berputar mengitari
ruang angkasa dengan melihat bintang-bintang secara perlahan bergeser. Sebagai
tambahan informasi, teori heliosentris pun kini tidak tepat lagi, karena
matahari bukanlah pusat alam semesta. Dalam tinjauan alam semesta skala besar
(dalam kajian kosmologi), kita tidak mengenal adanya pusat alam semesta.

 

TANYA: Kalau bumi berputar sangat cepat serta bergerak,
kenapa kita tidak melihat langit yang berganti setiap hari?

JAWAB TD: Bumi berputar sekali dalam 24 jam, karena itu kita
lihat benda-benda langit terbit dan terbenam. Bumi mengelilingi matahari sekali
dalam setahun, karena itu rasi-rasi bintang silih berganti dalam periode 1
tahun dan kita mengalami perubahan musim. Perubahan tersebut relatif lambat
sehingga kita tidak merasa.

 

TANYA: Setahu saya Allah jadikan rasi bintang sebagai
petunjuk arah, maka seharusnya dia tidak bergeser ke arah horisontal secara
ekstrim, misalnya bulan ini posisinya di barat lalu bulan X, posisinya di
timur. Apakah seperti itu pak?

 

JAWAB TD: Rasi bintang digunakan sebagai penunjuk arah, karena
posisinya relatif tetap di bola langit, misalnya rasi Crux (salib selatan)
selalu menunjuk arah selatan, walau berubah posisinya karena rotasi bumi
(sehingga terbit di timur dan terbenam di barat) dan karena revolusi bumi
mengitari matahari (sehingga posisinya berubah relatif terhadap matahari).
Perubahan itu sedikit demi sedikit sesuai perubahan akibat rotasi dan revolusi
bumi dan dapat dimodelkan secara matematik untuk prakiraan posisinya pada suatu
saat.

TANYA: Kalau bumi berputar cepat kenapa satelit yang di
orbit bumi bisa tetap di posisinya? Gravitasi di orbit lebih kecil, seharusnya
lebih lambat mengikuti rotasi bumi

JAWAB TD: Bagi siswa SMA IPA atau mahasiswa sains dan
teknik, mestinya sudah belajar fisika dasar tentang benda jatuh (gerak benda
yang dipengaruhi gravitasi). Satelit mengorbit bumi pada dasarnya adalah benda
jatuh. Periode orbitnya  tergantung jaraknya
dari pusat bumi. Satelit pada ketinggian sekitar 36.000 km periode orbitnya
sama dengan periode rotasi bumi, sehingga tampak tetap di posisi tertentu
(karenanya disebut satelit geostasioner). Bila ketinggiannya kurang dari itu, maka
periodenya kurang dari 24 jam, sehingga tampak berpindah secara cepat.

TANYA: Asumsi
bumi berotasi mengakibatkan benda langit lain mengalami hal serupa, lalu
mengapa kita tidak bisa melihat wajah bulan yang lain dari bumi? Bukankah
seharusnya wajah bulan berganti seiring dengan waktu rotasinya?

 

JAWAB TD: Wajah
bulan tampak selalu sama karena rotasi bulan sama periodenya dengan revolusi
bulan mengelilingi bumi, yaitu 27, 3 hari. Ini akibat efek sinkronisasi akibat
gaya pasang surut bumi. Kalau bulan diam, maka secara perlahan kita akan
melihat permukaan bulan bagian lainnya selama revolusinya mengelilingi bumi. Semua
benda langit mempunyai gerak rotasi, termasuk bulan dan bumi.

TANYA: Rotasi juga bermasalah terhadap hadits nabi SAW,
karena kalau bumi yang berotasi agar matahari terbit dari timur, maka bagaimana
dengan janji Allah tentang tanda kiamat yang ditandai dengan  matahari terbit dari barat secara tiba-tiba,
(tanpa disadari) sehingga orang2 terbelalak. (Setelah itu kehidupan masih harus
berjalan biasa, karena masih banyak tanda besar kiamat yang lain). Kalau bumi
berotasi, maka untuk mengubah arah rotasi pasti terjadi kerusakan luar biasa di
muka bumi karena perubahan arah rotasi bumi dengan massa yang begitu besar,
bagaimana ini pak? Apa ada kesalahan dalam teori heliosentris?

JAWAB TD: Tidak ada pertentangan. Tanda hari kiamat matahari
terbit di barat, artinya memang ada kekacauan luar biasa. Kalau rotasi bumi
dibalikkan (bagi Allah mudah saja), sehingga matahari tampak terbit dari barat, maka efek pertama
adalah seisi bumi akan terlontar ke angkasa, manusia seperti anai-anai dan
(batuan) gunung sepertu bulu-bulu yang dihamburkan (baca surat Al-Qariah
tentang kiamat). Hadits tersebut tidak menyebutkan urutan kejadian
masing-masing tanda, tetapi masing-masing berdiri sendiri.

 

KOMENTAR: Alhamdulillah saya baru membaca literatur
bagaimana peredaran bumi, matahari, dan bulan menurut penyelidikan para ulama
berdasar Alquran dan Hadits yang shahih. Tentu akan lebih menarik kalau ada
tinjauan sainsnya. sehingga suatu saat ada ilmuwan yang berani membela
Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW, seperti Harun Yahya membantah evolusi.

TANGGAPAN TD: Tinjauan Al-Quran (dan Hadits) tidak bisa
diadukan dengan tinjauan sains, karena sifatnya berbeda. AlQuran (dan hadits
shahih) bersifat mutlak benarnya, sedangkan sains kebenarannya relatif (terus
berkembang seiring perkembangan ilmu manusia). Yang bisa diadukan adalah
interpretasi atau tafsirnya yang berada pada tataran ijtihadiyah, bisa benar
bisa juga salah. Al-Quran harus ditafsirkan dengan ilmu Quran dan sains harus
ditafsirkan dengan sains, baru dibandingkan. Perbandingan itu pun tidak bisa
diklaim benar, karena itu tetap saja ijtihadiyah. Harun Yahya dan para pendukungnya
menyalahkan teori evolusi bukan dengan analisis sains, tetapi dengan analisis
ilmu lain (misalnya sosiologi). Ustadz Ahmad Sabiq menyalahkan “bumi mengelilingi
matahari” bukan dengan analisis sains, melainkan dari analisis tafsir Quran.
Bagi saintis bantahan itu tidak ada maknanya. Karenanya tidak perlu ditanggapi.
Saintis akan mengakui kesalahannya dan menerima teori baru kalau analisisnya
juga didasari pada kaidah sains juga. Logika yang digunakan untuk membantah
teori evolusi sejak dulu bukanlah logika sains, karenanya teori evolusi terus
berkembang dengan makin banyak bukti yang dapat ditelusur pada jurnal-jurnal
ilmiah (bukan tulisan populer yang ditulis oleh bukan saintis yang mengaku
pakar). Mohon difahami, janganlah kesucian Al-Quran sekadar dijadikan
pembenaran untuk mendukung interpretasi penulisnya, yang bukan merupakan
interpretasi sains — artinya bukan interpretasi yang didasari bukti-bukti
sains seperti pada jurnal-jurnal ilmiah yang diakui. Secara praktis,
semestinya penulis buku bantahan terhadap "bumi mengelilingi
matahari" (seperti Ustadz Ahmad Sabiq) atau penulis buku bantahan terhadap
teori evolusi (seperti Harun Yahya) harus bisa membuktikan dulu secara ilmiah tentang keyakinannya atas interpretasi/tafsir Al-Quran. Dengan kata lain, interpretasi/tafsir (sekali lagi interpretasi, bukan esensi ayat)
Al-Quran harus bisa ditransformasikan dulu menjadi bahasa sains, artinya
asumsi dalam tafsir harus didukung dulu bukti-bukti ilmiah untuk dituliskan
dalam jurnal ilmiah untuk membantah teori sains. Tanpa itu, bantahan terhadap sains tidak
ada artinya, hanya dianggap hebat oleh orang awam seolah bantahan itu suatu penemuan ilmiah yang maha penting. Ibarat ahli teknik mencacimaki puisi atau ahli sastra menghujat
hukum gravitasi, salah sasaran karena sudut pandang yang berbeda.

TANYA: Apakah yang Harun Yahya lakukan dalam membantah teori
evolusi dengan memberikan berbagai bukti yang tidak dapat dijawab dengan
pendekatan evolusi tidak bisa disebut membantah teori evolusi?

 

JAWAB TD: Harun Yahya tidak membantah teori evolusi dengan
perangkat sains. Kalau betul, mestinya bantahannya muncul di jurnal sains
dengan bukti-bukti saintifik. Bantahannya dalam artikel populer dianggap
sekadar tulisan orang awam yang tidak faham teori evulusi sehingga diabaikan
oleh saintis.

KOMENTAR: Lihat
buku Matahari mengelilingi bumi Ust. Ahmad Sabiq, hal 134 dan banyak dalil
lainnya dalam buku tersebut. Sesuai dengan yang dipahami oleh para ulama yang
bermanhaj salafussholih yang menjadikan pemahaman generasi salaf sebagai
pemahaman mereka, asumsi yang diambil dari qur’an dan sunnah adalah bumi diam
pada posisinya serta matahari dan bulan mengelilingi bumi. Apakah berdasarkan
pengetahuan bapak selama ini ada pertanyaan2 atau bukti yang dapat membantah
teori tersebut? Asumsikan teori ini bapak pakai, apa yang tidak mungkin/
kontradiktif dari teori ini dikaitkan dengan fenomena yang terjadi di alam
semesta?

 

TANGGAPAN TD:
Tafsir ulama dipengaruhi oleh pengetahuan pada saat itu. Pemahaman ayat-ayat
tersebut dengan tafsir baru tidak bertentangan dengan astronomi saat ini. Kalau
mengikuti tafsir lama, konsep matahari yang besarnya 1.300.000 kali besar bumi
mengitari planet kecil sungguh kontradiksi dengan logika sederhana sekali pun,
terkait dengan gravitasi. Benda-benda langit beredar tentu karena adanya gaya
penggeraknya, yaitu gravitasi. Tidak mungkin benda yang bermassa sangat besar
mengitari benda kecil, sesuai dengan konsep titik pusat massa dua benda. Kalau
anggapan tafsir lama yang benar bahwa matahari yang mengelilingi bumi, maka
gugurlah teori gravitasi yang menjelaskan benda jatuh dan gerak benda-benda
langit, termasuk satelit. Tetapi ternyata teori gravitasi telah digunakan untuk
peluncuran satelit dan pengiriman pesawat antariksa yang sangat akurat
perhitungannya. Tidak mungkin teori yang salah dapat diaplikasikan dalam
praktek nyata. Jadi, pasti tafsir lama yang salah (bukan ayatnya).

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 15, 2007 in Sains & Quran

 

2 responses to “QA Sekitar Sains dan Kaitan dengan Quran

  1. Imam R

    Juni 21, 2012 at 6:54 am

    Tapi, kok saya malah percaya bahwa memang benar orang Amerika itu tidak pernah mendarat di bulan ya? Banyak kok bantahan-bantahan yang jelas-jelas mengatakan hal itu.

     
    • tdjamaluddin

      Juni 23, 2012 at 12:12 pm

      Kalau berfikir sebagai awam, silakan untuk percaya segala bantahan kebenaran pendaratan di bulan. Tetapi kalau belajar berfikir sebagai ilmuwan, silakan untuk rasional dalam menyikapinya. Tidak mungkin sekian banyak ilmuwan dunia mau dibohongi AS.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: