RSS

Kita Bisa Bersatu

10 Des

Jalan Menuju Titik
Temu Makin Terbuka

 

 

Upaya untuk mengakhiri perbedaan hari raya di kalangan
ummat Islam di Indonesia serius dilakukan. Dua ormas besar NU dan Muhammadiyah
secara intensif telah bermusyawarah untuk menemukan titik temu. Upaya paling
dimulai pemanasan informal dengan pertandingan sepakbola menjelang Ramadhan
yang digagas Wapres Jusuf Kalla. Kemudian Wapres JK memfasilitasi pertemuan dua
pimpinan ormas Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah pada Senin 24
September
2007/ 12 Ramadhan 1428. Pada saat itu disepakati kedua ormas menyamakan
persepsi yang akan dilanjutkan dengan pertemuan teknis antara pakar hisab
rukyat.

 

Pertemuan pertama antara Mejelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah
dan Lajnah Falakiyah PBNU dilaksanakan pada 2 Oktober 2007/ 20 Ramadhan 1428 di
kantor PBNU.Jakarta. Pertemuan kedua diadakan pada 6 Desember 2007/ 26
Dzulqaidah 1428 di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.  Selanjutnya akan dilakukan pertemuan di UIN Jakarta.

Titik
terang semakin nyata. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul
Anwar menyatakan, “Sudah saatnya NU dan Muhammadiyah mengalah untuk ummat,
sehingga harus ada kesepakatan bersama agar ummat tidak lagi bingung akibat
keputusan yang dihasilkan. Sementara itu tokoh lajnah falakiah PBNU Slamet
Hambali mengatakan, “Sudah bukan saatnya lagi NU dan Muhammadiyah bertahan pada
argumentasinya masing-masing.” Ditegaskannya pula, “Pada dasarnya NU juga
menerima perubahan”.

Alhamdulillah, pertemuan kedua
semakin membuka titik terang bahwa kita bisa bersatu. Kesepahaman bahwa kita
perlu mengalah untuk ummat dan kita bisa menerima perubahan, adalah suatu
langkah maju untuk bersatu. Hisab dan rukyat, secara astronomis tidak dapat
dipisahkan. Keduanya saling melengkapi. Kesalahpahaman yang menjadikannya
seolah berbeda dan tidak dapat disatukan. Penyatuan kriteria hisab rukyat
adalah titik temu keduanya.

 

Semoga pertemuan lanjutan di UIN
Jakarta mulai membahas hal teknis kriteria apa yang akan digunakan bersama.
Apakah langsung pada upaya penyatuan kalender internasional dengan kriteria
internasional, atau sementara gunakan kriteria lokal untuk penyatuan kalender
nasional? Karena kesepakatan kriteria ini bukan hanya bagi Muhammadiyah dan NU,
ormas lain dan pakar terkait pun diharapkan ikut serta untuk mendorong upaya
penyatuan kriteria ini. Insya Allah, kita bisa bersatu kalau punya kemauan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 10, 2007 in Hisab-Rukyat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: