RSS

Enam Hari Penciptaan Alam

15 Okt

Al-Quran Merinci Evolusi Alam

T. Djamaluddin

Kita sering membaca ungkapan di dalam Al-Quran
"sittati ayyam" (enam hari) tentang penciptaan alam. Banyak penulis
yang menguraikan enam hari penciptaan alam dengan mengaitkan sains modern hanya
berdasarkan logika teori Big Bang, hanya merinci saat-saat awal pembentukan
alam semesta. Padahal secara tersirat Al-Quran merincinya di QS An-Naziat:27 –
33, bahwa makna enam hari penciptaan alam merentang seluruh proses evolusi alam
sejak penciptaan alam sampai saat ini.

 

Tulisan saya
yang panjang tentang evolusi alam bisa dibaca di http://t-djamaluddin.spaces.live.com/blog/cns!D31797DEA6587FD7!143.entry
.

Terkait dengan pembahasan itu,
ada seseorang yang men-share slide presentasi saya tentang kajian ayat-ayat
kauniyah, di http://www.scribd.com/doc/3173556/Kajian-Ayat-Kauniyah-Dr-T-Djamaluddin. Bahasannya mencakup 4 tema: "Menembus Keluasan Langit", "Asal Usul Alam Semesta
& Evolusinya", "Mencari Jejak Kehidupan di Luar Bumi", dan "Skenario Kehancuran
Kehidupan Bumi & Alam Semesta." Tetapi slide itu masih versi awal yang belum
memasukkan kajian “enam hari” penciptaan alam semesta dalam bahasan evolusi alam.

 

Slide kajian
“Ayat-yat Kauniyah” versi baru telah memasukkan bahasan enam hari penciptaan
alam dalam bagian Evolusi Alam Semesta. Salim Rusli (dari LPI, Lembaga
Pengkajian Islam, Masjid Salman ITB) menyarikan presentasi saya tentang tafsir
ilmiah “enam hari” penciptaan alam semesta, termasuk menyertakan beberapa
gambar ilustrasi dari slide saya, di http://misykatulanwar.wordpress.com/2008/06/10/proses-penciptaan-alam-semesta-dalam-enam-masa/

Tetapi ada beberapa bagian yang
perlu saya sempurnakan. Resume tersebut saya tulis ulang di bawah ini.

 

”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah
membinanya [27] Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya [28] dan Dia
menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang [29]
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya [30] Ia memancarkan daripadanya mata
airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya [31] Dan gunung-gunung
dipancangkan-Nya dengan teguh [32] (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk
binatang-binatang ternakmu [33]”

(Q.S. An-Nazi’at: 27-33)

Dari sejumlah ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan enam masa, Surat
An-Nazi’at ayat 27-33 tersebut dapat menjelaskan tahapan enam masa secara kronologis.
Urutan masa tersebut sesuai dengan urutan ayatnya, sehingga dapat diuraikan
sebagai berikut:

  • Masa I (”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah
    langit? Allah telah membinanya [27]
    ): penciptaan langit pertama kali

Pada Masa I, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang
disebut ”big bang”, kira-kira 13,7 milyar tahun lalu. Bukti dari teori
ini ialah adanya radiasi kosmik di langit yang berasal dari semua arah. Bigbang
adalah awal penciptaan runag, waktu, dan materi. Mareti awal awal Hidrogen.
Hidrogen menjadi bahan pembentuk bintang, dalam bahasa Al-Quran disebut dukhan.
Awan hidrogen itu berkondensasi sambil berputar dan memadat. Ketika
temperatur dukhan mencapai 20 juta derajat celcius, mulailah terjadi
reaksi nuklir yang membentuk Helium. Reaksi nuklir inilah yang menjadi sumber
energi bintang dengan mengikuti persamaan E=mc2, besarnya energi
yang dipancarkan sebanding dengan selisih massa (m) Hidrogen dan Helium.

Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub bakal bintang itu (protostar), menyebar
dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, selimut gas yang tersisa berupa piringan,
yang kemudian membentuk planet-planet. Awan Hidrogen dan bintang-bintang
terbentuk dalam kumpulan besar yang disebut galaksi.

Di alam semesta galaksi sangta banyak membentuk struktur filamen
(untaian) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal
sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi

  • Masa II (Dia meninggikan bangunannya lalu
    menyempurnakannya [28]
    ): pengembangan dan penyempurnaan

Dalam ayat 28 di atas terdapat kata ”meninggikan bangunan” dan
”menyempurnakan”. Kata ”meninggikan bangunan” ditafsirkan dengan alam semesta
yang mengembang, sehingga galaksi-galaksi saling menjauh dan langit terlihat
makin tinggi. Ibaratnya sebuah roti kismis yang semakin mengembang, dengan
kismis tersebut dianggap sebagai galaksi. Jika roti tersebut mengembang maka
kismis tersebut pun akan semakin menjauh satu sama lain.

Mengembangnya alam semesta sebenarnya adalah kelanjutan big bang.
Jadi, pada dasarnya big bang bukanlah ledakan dalam ruang (seperti
meledaknya bom), melainkan proses pengembangan ruang alam semesta secara cepat.

Sedangkan kata ”menyempurnakan”, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta
merta terbentuk, melainkan dalam proses evolusi yang terus berlangsung.
Kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi. Penyempurnaan alam terus
berlangsung.

  • Masa III (Dia menjadikan malamnya gelap gulita,
    dan menjadikan siangnya terang benderang [29
    ): pembentukan tata surya termasuk
    Bumi

Surat An-Nazi’ayat 29 menyebutkan bahwa Allah menjadikan malam yang gelap
gulita dan siang yang terang benderang. Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai
penciptaan matahari sebagai sumber cahaya dan Bumi yang berotasi, sehingga
terjadi siang dan malam. Pembentukan tata surya sama dengan proses pembentukan
bintang umumnya, dari dukhan, walau sudah tidak murni Hidrogen lagi.

  • Masa IV (bumi sesudah itu dihamparkan-Nya [30]): Evolusi Bumi

Penghamparan yang disebutkan dalam ayat 30, dapat diartikan sebagai
pembentukan superkontinen Pangaea di permukaan Bumi yang kemudian
terpisah-pisah menjadi beberapa benua.

Masa III hingga Masa IV ini juga bersesuaian dengan Surat Fushshilat ayat 9
yang artinya, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang
menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?’
(Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam
”.

  • Masa V (Ia memancarkan daripadanya mata
    airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya [31]
    ): pengiriman air ke Bumi melalui
    komet

Ayat ini menceritakan mulai adanya air di
bumi dan makhluk hidup yang pertama adalah tumbuhan. Air di bumi, berdasarkan
kajian astronomi tidak dihasilkan sendiri oleh bumi, tetapi berasal dari komet
yang menumbuk Bumi. Hal ini dibuktikan dari rasio Deuterium dan Hidrogen pada
air laut yang sama dengan rasio pada komet. Deuterium adalah unsur Hidrogen
yang massanya lebih berat daripada Hidrogen pada umumnya.

  • Masa VI (Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh [32] (semua itu) untuk
    kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu [33]”
    ): proses geologis serta lahirnya hewan dan manusia

Dalam ayat 32 di atas, disebutkan ”…gunung-gunung dipancangkan dengan
teguh.
” Artinya, gunung-gunung terbentuk setelah penciptaan daratan,
pembentukan lautan air, dan munculnya tumbuhan pertama. Gunung-gunung terbentuk
dari interaksi antar lempeng ketika superkontinen Pangaea mulai terpecah. Kemudian,
setelah gunung mulai terbentuk, terciptalah hewan dan akhirnya manusia
sebagaimana dalam suatu. Jadi, usia manusia relatif masih sangat muda dalam
skala waktu geologi.

Jika diurutkan dari Masa III hingga Masa VI, maka empat masa tersebut dapat
dikorelasikan dengan empat masa dalam Surat Fushshilat ayat 10 yang berbunyi, ”Dan
dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia
memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya
dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang
bertanya
”.

Demikianlah penafsiran enam masa penciptaan alam dalam Al-Qur’an, sejak
kemunculan alam semesta hingga terciptanya manusia. Wallahu a’lam bishshowab.

 

About these ads
 
3 Komentar

Posted by pada Oktober 15, 2008 in Sains & Quran

 

3 responses to “Enam Hari Penciptaan Alam

  1. eman sulaeman

    Agustus 8, 2011 at 3:25 pm

    Assalamu’alaikum……..

    selamat menjalankan ibadah pusa.
    menurut pengetahuan saya yang awam; apa yang diterangkan ttg langit (sama’a) di dalam Alquran tidaklah begitu luas dan jauhnya sebagaimana bermakna kepada keseluruhan alam semesta. begitu juga langit pada Qs.21:30.
    sebab kalau menurut pemahaman awam saya, kata ‘ratqan’ dan ‘fataqa’ pada ayat tsb, tidaklah menujukan kepada sesuatu yang bersatu atau berpadu kemudian pecah bercerai saling menjauhkan diri satu sama lain dgn jarak, ruang dan waktu, sebagaimana berpisahnya bumi dgn matahari, bulan, planet-planet dll.
    melainkan mereka itu (beberapa langit dan bumi), saling berpadu, bersatu dalam susunan langit dan bumi.
    kata ‘ratqan’ bermakna kepada : perjalinan, perpaduan atau susunan dll.
    umpamanya :
    -perjalinan antar benang terhadap kain.
    -perjalinan wilah-wilah bambu terhadap bilik.
    -perpaduan antar papan terhadap dinding.
    -dan lain-lain.
    sementara kata ‘fataqa’ saya memahami kepada : sesuatu yang enggan bersatu (selalu ingin memisahkan diri) atau perpisahan karena batas, garis, retakan dan lain-lain.
    umpamanya :
    -perkecambahan atas biji-bijian (biji yang merekah mengeluarkan benih atau tunas = kecambah)
    -perpisahan air dgn minyak di dalam satu wadah.
    -dan lain-lain.

    demikian ….terimakasih dan minta tanggapannya ?.

    Wassalam………….

     
  2. waldikasto ajjah

    Desember 30, 2011 at 3:32 pm

    transfer ke email.

     
  3. Syarif Muharim

    Agustus 18, 2012 at 11:14 am

    Saya setuju, ttg pemakaian Q.S. An-Nazi’at: 27-33 utk menunjukkan urutan penciptaan alam semesta. Walau penjelasan lebih detailnya sedikit berbeda dgn pemahaman saya, terutama krn saya kurang menyetujui teori Big Bang.
    Harap baca pula “urutan penciptaan alam semesta” menurut teori Big Light (pada http://islamagamauniversal.wordpress.com/2011/11/09/big-light-vs-big-bang-2/).

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: