RSS

Hoax Astronomi Lagi

16 Okt

Hoax: Matahari Bersinar 36 Jam

Kemarin
(16 Okt 2008) wartawan Kompas menelpon saya menanyakan tentang adanya kabar
yang tersebar via milis dan SMS, isinya:
Pada tanggal 17 Oktober 2008, matahari akan terus menyinari kita selama 36
jam (1.5 hari). Dan selama itu Amerika dan tetangga2nya akan gelap 1.5 hari.Ini
akan mengkonversi 3 hari menjadi 2 hari besar.Ini terjadi setiap 2400 tahun
sekali.Kita beruntung dapat menyaksikan dan merasakannya,beri tahu teman2 yah.

——– Ini Beritanya ——–

http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/16/05523492/bohong.matahari.terlihat.36.jam

Bohong, Matahari Terlihat 36
Jam

Kamis, 16 Oktober 2008 | 05:52 WIB

 

JAKARTA
Informasi dari internet yang beredar di kalangan masyarakat akhir-akhir ini
mengenai matahari akan terlihat atau menyinari selama 36 jam pada 17 Oktober
2008 di wilayah Indonesia merupakan kabar bohong. Matahari akan tetap bersinar
selama rata-rata 12 jam di Indonesia.

Demikian dikemukakan peneliti utama bidang
astronomi astrofisika pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan),
Thomas Djamaludin, serta Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan pada Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mezak Arnold Ratag secara terpisah,
Rabu (15/10) di Jakarta.

”Pada sistem rotasi bumi sering disebut
memiliki gerak gasing dengan kemiringan sumbu 23,5 derajat, tetapi tetap tidak
memungkinkan wilayah ekuator mendapatkan sinar matahari sampai 36 jam dalam
2.400 tahun sekali seperti dinyatakan di dalam kabar bohong itu,” kata Thomas
Djamaludin.

Mezak menuturkan, penyinaran matahari di
wilayah ekuator termasuk Indonesia yang memiliki batas koordinat 11 derajat
Lintang Selatan (LS) sampai 6 derajat Lintang Utara (LU), rata- rata melihat
sinar matahari hanya selama 12 jam plus atau minus 45 menit. Kemungkinan
matahari dapat terlihat selama 36 jam sangat tidak mungkin.

Thomas menjelaskan, kabar bohong mengenai
astronomi tidak hanya terjadi sekali ini saja. Ia mencontohkan, pada 27 Agustus
2004 juga pernah beredar informasi berupa purnama ganda. ”Ketika itu yang
dimaksudkan purnama pada bulan dan planet Mars secara bersamaan. Tetapi, tetap
saja tidak dapat dikatakan purnama ganda karena keduanya terlihat dari bumi
tampak sama sekali berbeda ukurannya,” kata Thomas.

————————————–

Kemudian saya coba browsing
di internet mencari sumber kabar bohong itu. Menurut museum hoax (kabar bohong)
http://www.museumofhoaxes.com/hoax/weblog/permalink/will_the_sun_rise_for_36_hours_on_october_17_2008/

kabar itu tampaknya berasal
dari India dan telah menyebar sejak pertengahan Agustus 2008 yang tersebar
melalui lebih dari 15.000 posting. Dalam versi bahasa Inggris kabar bohong itu
berbunyi

Coming October 17, 2008 the sun will rise continuously for
36 hrs (1.5 days). During this time the US countries will be dark for 1.5 days.
It will convert 3 days into 2 big days. It will happen once in 2400 yrs. We’re
very lucky to see this. Forward it to all your friends.

 

Sebagai penjelasan tambahan untuk mencerdaskan kita semua,
panjang siang (terlihatnya matahari) ditentukan oleh posisi kemiringan bumi
relatif terhadap matahari akibat kemiringan sumbu rotasi bumi 23,5 derajat
terhadap sumbu tegak bidang ekliptika (bidang edar bumi mengelilingi matahari).
Di wilayah ekuator, seperti Indonesia, variasi siang dan malam tidak terlalu terasa. Wilayah di lintang tinggi (lebih dari 30 derajat, utara atau selatan) akan
merasakan sekali adanya variasi siang dan malam yang terkait dengan musim. Pada
musim panas, siang hari lebih panjang daripada malam hari. Misalnya, di lintang
30 derajat siang 14 jam dan malam 10 jam. Di lintang 45 derajat siang 15,5 jam
dan malam 8,5 jam. Di lintang 65 derajat siang 22 jam dan malam senja bersambung
fajar (tanpa malam gelap) 2 jam.

 

Di atas lintang 65 derajat pada musim panas matahari tidak pernah terbenam,
artinya siang terus. Di lintang 66 derajat utara kejadian siang terus berlangusng
mulai 12 Juni – 30 Juni, artinya 18 hari matahari terus terlihat (tentunya bila
tidak mendung). Di lintang 80 derajat utara siang terus berlangsung mulai 14 April
sampai 29 Oktober (lebih dari 5 bulan).

 

Adakah daerah yang mengalami siang 36 jam pada 17 Oktober? Tidak
ada! Di lintang 83 derajat selatan (di wilayah Antartika) siang terus menerus
memang terjadi mulai 17 Oktober, tetapi berlangung sampai 26 Februari (lebih
dari 4 bulan!).

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 16, 2008 in Sains Antariksa & Astronomi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: