RSS

Asteroid 2009 DD45 Mengancam Bumi

09 Mar
Objek Langit Melintas Dekat Bumi

Awal Maret 2009 bumi didekati asteorid 2009 DD45 yang melintas relatif sangat dekat dalam ukuran astronomi. Pada 2 Maret jaraknya hanya 72.000 km atau hanya 2 kali ketinggian satelit geostasioner yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km. Ukurannya relatif kecil, hanya 35 m. Jadi, asteoroid ini tidak membahayakan bumi dan tidak berdampak apa-apa. Hasil analisis orbitnya menunjukkan bahwa asteorid ini orbitnya agak dekat dengan orbit bumi. Jarak rata-rata dari matahari 1,34 SA (satuan astronomi =150 juta km, yaitu jarak rata-rata Bumi-Matahari). Tetapi orbitnya lebih lonjong dari bumi dan menyimpang dari bidang orbit bumi-matahari dengan sudut 13 derajat. Periode orbitnya mengelilingi matahari 571 hari. Persinggahan berikutnya terdekat dengan bumi baru terjadi pada 3 Maret 2067 pada jarak 950.000 km, atau lebih dari 2 kali jarak bumi-bulan yang jaraknya 384.000 km.

Para astronom pengamat asteroid sangat peduli dengan asteroid yang berpotensi mengancam bumi. Asteroid yang mungkin melintas dekat bumi pada jarak kurang dari 0,05 SA (7,5 juta km) digolongkan sebagai asteoroid pengancam bumi. Sampai saat ini (Maret 2009), dari patroli langit telah ditemukan 1.037 asteroid pengancam, salah satunya yang paling dekat jaraknya adalah asteoroid 2009 DD45. Asteroid pengancam bumi belum tentu menabrak bumi dalam waktu dekat, tetapi dalam jangka panjang kemungkinan untuk menabrak bisa terjadi karena konfigurasi orbitnya suatu saat bertemu dengan bumi.

Bumi telah mengalami bencana tumbukan akibat asteorid atau komet. Tumbukan yang paling dahsyat diperkirakan terjadi 65 juta tahun lalu, ketika asteorid besar menumbuk semenanjung Yukatan di Meksiko. Diperkirakan dari tumbukan itu terhambur debu yang sangat banyak melingkupi seluruh bumi dalam waktu lama. Akibatnya, sinar matahari tak dapat menembus dan bumi mengalami musim dingin hebat. Tumbuhan dan binatang sebagian besar punah. Inilah salah satu teori yang menerangkan punahnya dinosaurus.

Bencana tumbukan kedua yang lebih kecil terjadi pada 30 Juni 1908. Waktu itu diduga pecahan komet Encke berukuran 100 m jatuh di Siberia. Akibat tumbukan itu, hutan seluas Jawa Barat rusak dan debu yang terlempat ke atmosfer atas menyebabkan timbulnya "awan" yang mampu memantulkan cahaya matahari sehingga pada waktu senja di London orang masih bisa membaca koran.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 9, 2009 in Sains Antariksa & Astronomi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: