RSS

Analisis Cuaca

08 Apr
Analisis Kondisi Cuaca Menjelang Jatuhnya Fokker TNI-AU

               Kecelakaan pesawat Fokker TNI-AU Senin, 6 April 2009 diduga kuat karena faktor cuaca. Tetapi cuaca yang bagaimana yang menyebabkan kecelakaan itu, belum ada penjelasan rinci. Dalam kondisi keterbatasan data lokal, analisis cuaca sekitar Bandara Huseinsastranegara dilakukan menggunakan data satelit cuaca merujuk pada data satelit yang diperoleh LAPAN. Data liputan awan diperoleh dari satelit MTSAT. Data curah hujan diperoleh dari data TRMM. Data satelit tersebut sekaligus menunjukkan arah angin sekitar Bandung menjelang kecelakaan.

               Hari Senin, 6 April, sampai pukul 10.00 WIB wilayah Bandung masih relatif cerah. Pukul 11.00 awan mulai bergerak dari arah Timur Laut. Pukul 12.00 awan mulai menutupi wilayah Bandung. Dari data TRMM, wilayah Bandung belum diguyur hujan antara pukul 07.00 – 12.00 WIB. Sesudah pukul 12.00 barulah terjadi hujan lebat di wilayah Bandung, tetapi bersifat sangat lokal. Di wilayah sekitar Huseinsastranegara – Pasteur hujan turun sangat lebat. Hujan sangat deras bersifat sangat lokal dan dalam waktu relatif singkat adalah ciri musim pancaroba dengan awan yang menumpuk tinggi. Pergerakan awan hujan di sekitar Bandung menunjukkan angin bertiup dari arah Timur Laut.

               Dalam kondisi ketiadaan data permukaan, kita harus mencari alternatifnya. Walau tidak seluruh data MTSAT (yang menggambarkan puncak awan) dapat digunakan untuk menentukan kondisi angin permukaan, tetapi gerak awan Cb dari MTSAT dan pergeseran awan hujan yang disimpulkan dari TRMM dapat digunakan untuk menggambarkan angin permukaan. Alasannya:

– Gerak awan rendah (Low-level cloud motion vectors) dapat digunakan untuk memberi gambaran angin permukaan. Lihat penelitian Halpern (1982) http://www.cmos.ca/Ao/articles/v210106.pdf

– Pada awan Cb secara umum gerak dasar awan relatif sama dengan puncak awan, jadi dapat dilakukan pendekatan untuk menggambarkan juga angin permukaan.

– Dalam kaitannya dengan kemungkinan angin yang mengubah arah pesawat, selain dari angin permukaan yang dominan dari Timur laut, ada angin dari awan (downburst) yang turun bersama turunnya hujan. Dari analsis tersebut saya menyimpulkan resultan angin secara dominan arahnya dari Timur Laut. Kecepatan angin tidak dapat disimpulkan dari data gerakan awan dan hujan.

               Berdasarkan arah landasan pada peta Google Earth, pesawat mendarat dari arah Tenggara-Timur. Bila gerakan awan yang menurunkan hujan dan angin dari Timur Laut dan ada efek angin lokal dari atas (downburst) bersamaan dengan hujan deras, sangat mungkin pesawat terdorong ke kiri keluar dari arah seharusnya dan sayap kanan terangkat sehingga menabrak hanggar di sisi kiri landasan.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 8, 2009 in Sains Atmosfer dan Lingkungan

 

2 responses to “Analisis Cuaca

  1. selma

    September 18, 2014 at 3:01 pm

    Mas Jamal. Ada penelitian apa aja y tentang meteorologi penerbangan di lapan? Saya minat gabung

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: