RSS

Arah Kiblat

22 Apr

Jangan Persulit Diri

Ada surat pembaca di PR yang mempermasalahkan perbedaan arah kiblat yang tercetak di kalender Kanwil Depag Jawa Barat. Saya tanggapi surat pembaca itu. Untuk memberikan penjelasan kasus serupa di banyak tempat, saya tuliskan di blog saya ini.

1. Terkait dengan hal-hal teknis, seperti penentuan arah
kiblat, anggota Badan Hisab Rukyat yang ada di Depag, PTA/PA, Ormas Islam, dan
instansi teknis atau perguruan tinggi dapat memberikan penjelasan kepada
masyarakat, tidak perlu menunggu harus Depag yang menanggapi. Komunitas hisab
rukyat sering berkomunikasi, baik dalam forum formal maupun informal.

2. Perbedaan arah kiblat yang tercetak di kalender Kanwil
Depag sebagian disebabkan karena perbedaan masukan koordinat kota (yang
berpengaruh pada perbedaan menit) dan sebagian karena salah ketik. Secara umum
arah kiblat di wilayah Barat Jawa dan wilayah Selatan Sumatera sekitar 25
derajat dari Barat ke Utara. Perbedaan sekitar 1 derajat atau lebih dipastikan
karena salah ketik yang luput dari perhatian saat diperiksa.

3. Dalam perhitungan arah kiblat sangat disarankan untuk
menyesuaikan dengan akurasi alat ukurnya. Kebanyakan kompas mempunyai skala
terkecil 1 derajat, sehingga kemungkinan kesalahannya plus minus 1 derajat.
Dalam kondisi seperti itu, mencantumkan menit tidak disarankan. Bagi yang tidak
memahami makna kesalahan dalam pengukuran, perbedaan mencantumkan menit seolah
dianggap serius. Apalagi bila didramatisir dengan konversi perbedaan lebih dari
sekian ratus kilometer pada jarak sejauh Mekkah.

4. Dalam penentuan arah kiblat kesalahan sampai 1 derajat
masih bisa ditolerir mengingat kita sendiri tidak mungkin menjaga sikap tubuh
kita benar-benar selalu tepat lurus ke arah kiblat. Arah jamaah shalat tidak
akan terlihat berbeda, bila perbedaan antarjamaah hanya beberapa derajat.
Sangat mungkin, dalam kondisi shaf yang sangat rapat (seperti sering terjadi di
beberapa masjid), posisi bahu kadang agak miring, bahu kanan di depan jamaah
sebelah kanan, bahu kiri di belakang jamaah sebelah kiri. Mungkin ada yang
berpendapat, yang terpenting arah pandangan mata. Apakah  kita bisa betul-betul menempatkan arah
pandangan mata dalam rentang plus minus kurang dari 1 derajat? Peralihan
pandangan mata dari satu sudut sajadah ke sudut lainnya, kalau kita mau hitung
secara cermat, sudah berarti pergeseran yang sangat besar, sekitar 20 derajat.
Islam tidak menyulitkan seperti itu.

5. Jadi, perbedaan arah kiblat yang tidak terlalu signifikan
hendaknya tidak terlalu dipermasalahkan. Saya kira perbedaan kurang dari 2
derajat masih dianggap tidak terlalu signifikan. Ibaratnya dua masjid
berdampingan yang panjangnya 10 meter, perbedaan di ujungnya sekitar 35 cm.
Jamaah di kedua masjid akan tampak tidak berbeda arahnya. Semoga jelas.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 22, 2009 in Hisab-Rukyat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: