RSS

Teleskop Antariksa Pencari Planet Luar Tatasurya

27 Mei

DIMANA
POSISI TELESKOP KEPLER?

 

(Pada edisi perdana majalah Post Media – Edisi 01/Thn I/Mei 2009 – disajikan berita iptek "Meneropong Kehidupan di Dunia Lain" yang membahas rencana NASA meluncurkan teleskop antariksa Kepler. Teleskop antariksa ini unik, berbeda dengan teleskop antariksa sebelumnya. Post Media mewawancarai saya untuk menjelaskan rencana keberadaan teleskop antariksa Kepler).


Untuk
memastikan kebaradaan teleskop ini, Post Media melakukan wawancara dengan
Thomas Djamaluddin, ahli astrotromi LAPAN Bandung, berikut hasil wawancaranya.

 

Post
Media:
Saat selesai diluncurkan, dimana posisi persis teleskop Kepler dalam
menjalankan tugasnya?

 

Thomas: Teleskop Kepler ditempatkan pada orbit mengikuti
bumi mengitari matahari. Periode orbitrya (372,5 hari) lebih panjang daripada
periode orbit bumi (365,2422 hari). 
Jadi, semakin lama semakin menjauh dari bumi, tetapi tetap mengorbit
pada jarak 150 juta km dari matahari. Setiap tahunnya teleskop Kepler akan
tertinggal jauh sekitar 18,5 juta km. Jadi dalam misi 3,5 tahun, kira-kira
teleskop Kepler berjarak 60 juta km dari bumi. Orbitnya sengaja dibuat menjauh
dari bumi untuk menjamin kestabilan sistem karena tidak akan terganggu
gravitasi bumi. Arahnya pun ditujukan ke rasi Lyra dan Cygnus yang tidak
terganggu sinar matahari dan objek tatasurya lainnya, sehingga terfokus pada
pencarian sistem planet du luar tata surya.

 

Post
Media:
Berapa kapasitas Teleskop Kepler?

Thomas:
Massa teleskop sekitar 1 ton, diameter bukaan teleskop 95 cm, dan diameter
cermin 140 cm 9terbesar di antara teleskop antariksa yang ada). Medan pandangya
105 derajat persegi (kira-kira seluas kepalan tangan kalau diarahkan ke
langit). Kamera terdiri dari 42 keping CCD 1024 x 2200, juga merupakan kamera
teleskop antariksa terbesar. Karena redupnya objek yang direkam, pencitraan
perlu waktu sekitar 6 jam atau lebih. Perintah kendali disampaikan NASA dengan
gelombang radio (X band) sepekan dua kali. Sedangkan data ilmiah ditransfer
dengan gelombang radio Ka band sekali sebulan dengan kecepatan maksimum 4,33
Mb/s. Untuk menghemat bandwidth data sudah diproses di Kepler, sehingga yang
dikirim hanya data yang penting untuk dianalisis. Biaya misi ini diperkirakan
US$600 juta (sekitar tujuh trilyun rupiah).

 

Post
Media:
Berapa lifetime Teleskop Kepler:

Thomas:
Lifetime opersional teleskop diperkirakan 3,5 tahun. Ini adalah kala hidup
optimal, biasanya masih bisa diperpanjang bila fungsi instrumen dan anggaran
memungkinkan.

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: