RSS

Profesor Riset

26 Des

Profesor
Riset dan Profesor (Akademik)

 (Silakan baca tulisan updated di blog baru: http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/10/26/profesor-riset-dan-profesor-akademik/ )

            Ada
teman yang bertanya, apa beda Profesor Riset dengan Profesor (akademik) di
perguruan tinggi? Ada perbedaan, tetapi ada juga persamaannya. Sejenak kembali
ke sejarah munculnya profesor riset. Keberadaan profesor riset diawali dari
gagasan Pak Habibie saat menjadi Menristek tahun 1990-an untuk menghargai
profesi peneliti. Gagasan itu baru terwujud dengan keluarnya SK Menpan  2004 tentang Jabatan Fungsional Peneliti
serta SK bersama BKN dan Kepala LIPI yang mengatur pelaksanaannya. Profesor
Riset adalah gelar yang diberikan kepada Peneliti Utama IVe berpendidikan S3
yang telah menyampaikan orasi ilmiah dalam suatu upacara pengukuhan.

            Jadi
perbedaan profesor riset dengan profesor akademik di perguruan tinggi adalah
perbedaan jalur profesi. Profesor akademik adalah gelar yang diberikan kepada
pemegang jabatan fungsional dosen yang tertinggi (yaitu Guru Besar), sedangkan
profesor riset diberikan kepada pemegang jabatan fungsional peneliti tertinggi (yaitu
Peneliti Utama IVe). Tentu perbedaan profesi menyebabkan unsur yang dinilai ada
perbedaan, tetapi ada beberapa unsur yang sama.

            Pada
keduanya, kemampuan meneliti dan mempublikasikan karya tulis terkait
penelitiannya, membina kader ilmiah, serta pengabdian masyarakat merupakan
unsur-unsur yang dinilai. Penilaian seperti itu lazim disebut angka kredit
kumulatif. Berdasarkan Keppres 87/1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional, saat
ini ada kesetaraan jabatan dan pangkat untuk semua jabatan fungsional keahlian,
termasuk jabatan fungsional dosen dan peneliti.

            Berikut
ini kesetaraan jabatan fungsional tersebut:

 

Angka Kredit        Pangkat               Jabatan
Dosen         Jabatan
Peneliti

 

     1050                IVe                    Guru Besar               Peneliti Utama


850                IVd                    Guru Besar               Peneliti Utama

 

      700                 IVc                    Lektor Kepala         Peneliti Madya

      550                 IVb                    Lektor Kepala         Peneliti Madya

      400                 IVa                    Lektor Kapala         Peneliti Madya

 

      300                 IIId                    Lektor                      Peneliti Muda

      200                 IIIc                    Lektor                      Peneliti Muda

 

      150                 IIIb                    Asisten Ahli              Peneliti
Pertama

      100                 IIIa                    Asisten Ahli              Peneliti
Pertama

           

            “Profesor” itu gelar
atau jabatan? Merujuk pada UU Sisdiknas “Sebutan guru besar atau profesor hanya dipergunakan selama yang bersangkutan masih aktif bekerja sebagai pendidik di perguruan tinggi”, karena pada penjelasan sudah ditegaskan jabatan Guru Besar langsung identik dengan profesor. Guru besar atau profesor adalah jabatan fungsional bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan perguruan tinggi”.
Di aturan jabatan fungsional dosen tidak ada terminologi “profesor”, yang ada hanya “guru besar”. Tetapi, merujuk pada aturan jabatan fungsonal peneliti, “Profesor Riset” adalah gelar
kehormatan, artinya  tetap melekat, tidak ada batas waktunya, seperti halnya gelar
Doktor. Rupanya disinilah akar masalah kontroversi gelar atau jabatan “Profesor”. Kita semua tahu, jabatan fungsional Guru Besar atau Peneliti Utama bisa saja
berhenti karena tidak terpenuhinya angka kredit pemeliharaan atau karena
pensiun/berhenti. SK pemberhentian yang ada adalah SK pemberhentian jabatan
fungsionalnya, bukan surat pengukuhan profesornya, karena penetapannya berbeda.
Keluarnya SK Peneliti Utama atau Guru Besar tidak berarti  langsung dikukuhkan, perlu waktu untuk
menyiapkan orasi dan upacara pengukuhannya.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 26, 2009 in Aneka Catatan

 

One response to “Profesor Riset

  1. Herman Moechtar

    Juli 31, 2011 at 6:33 pm

    Penjelasa yang lugads dan jelas……………. Terima kasih pak

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: